Buck Boost converter memakai controller AVR

Istilah lainnya adalah regulator step-up dan step-down menggunakan mekanisme switching.

jaman sekarang udah gak musim pake power suply dengan trafo yang besar dan berat, dengan adanya teknologi switching mosfet

mosfet adalah metal oxide field effect transistor – (singkatannya) :)

untuk pembahasan teorinya rasanya udah banyak sekali beredar, di internet.

disini saya cuma mau share perasaan setelah ikut ngoprek tentang power supply menggunakan teknologi switching.. hehe..

perasaan yang saya dapet adalah.. excited, seneng.. dan surprised ternyata udah banyak sekali yang ngoprek.. hehe..  ternyata lagi.. dengan tools dan komponen yang ada disekitaran bandung, sudah bisa kita rangkai2 menjadi power supply dengan spesifikasi tegangan, dan arus yang bisa dibilang dapat mencakup semua range aplikasi. output 2volt sampai 100volt arus miliampere sampe 50ampere rasanya tidak sulit untuk dihasilkan.

seperti saya bilang sebelumnya, komponen utama dalam converter DC2DC adalah MosFet, yang kedua adalah induktor, selanjutnya diode switcing dan kapasitor.

rangkaian kontrol berfungsi untuk menstabilkan tegangan output dengan memvariasikan duty cycle kepada input gate mosfet.

tar lagi dilanjut..

About these ads

3 responses to “Buck Boost converter memakai controller AVR

  1. Bos, seru ni bahasan. Ada rangakain beserta analisa perancangannya bos??
    Klo ada, boleh donk bagi2.

  2. ada 3 tipe rangkaian utama,
    buck, boost.. atau buck/boost ..
    semuanya ada di wiki.. dikit kok yg perlu dibaca..
    itung2annya juga sederhana
    klo saya paling share hasil oprekan aja..
    dari pengalaman bikin boost adalah yang paling gampang (menaikkan tegangan)
    soale mengedrive N-Mosfet secara “high drive” lebih susah dibanding secara “low drive”. sedangankan make Mosfet tipe P gak asik (cepet panas karena RdsOn -nya besar2)

    ngedrive buck converter / buck-boos butuh mosfet high side driving.. klo main di frekuensi tinggi duty cycle kecil, make coil pulsa membuat jadi gampang banget.. cuma gak akan ampuh klo butuh duty cycle-nya gede. di atas 50% akan susah sekali.. noisenya jg gede klo pake coil driver

  3. Bro, kebetulan pembahasannya sesuai dengan apa yg saya lakukan sekarang…
    Saya ada problem ni dalam perancangan buckboost converter saya. Mohon pencerahannya donk…
    Buck boost yg sdang rancang memiliki spesifikasi:
    Vin: 10-20V
    Vout:0-100V
    Iout (max) = 30A
    frek: 16kHz (control pwm dr AVR8535)
    MOSFET = IRF9540 (p channel)
    L=100mh
    C=4700uF

    D atas adalah spesifikasi dan komponen2 yg sdng saya gunakan. Tapi pada saat pengujian, mosfet ny mudah jebol,padahal Iout belom mencapai 1A. dan Vout mudah ngedrop.

    apakah yg menyebabkan problem pada rancangan saya?? Apakah pemilihan mosfet yg salah atau induktor atau capasitor?

    Klo boleh saya minta skematik ny donk tuk power yg besar beserta list komponennya.
    Tolong y…..

    Trima kasih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s